PENCEMARAN PANGAN OLEH JAMUR
Mata kuliah : PMM-A
Dosen : Khiki
Purnawati Kasim,
S.ST.,
M.Kes
LAPORAN
PENCEMARAN
PANGAN OLEH JAMUR
OLEH :
ANNISA DWI NIRMALA NIRWAN
PO 71.4.221.15.1.006
II. A
D.IV
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI D.IV
2017
A.
Dasar Teori
Jamur
dapat tumbuh pada berbagai jenis pangan, dan pertumbuhannya akan menyebabkan
terjadinya kerusakan pangan yang bersangkutan, diantaranya kerusakan flavor,
warna, pelunakan dan terbentuknya senyawa yang bersifat toksik. Kerusakan tersebut
disebakan karena jamur dapat menghasilkan enzim ekstraseluler yang akan memecah
senyawa – senyawa tertentu pada pangan yang bersangkutan, serta dapat
menghasilkan metabolit sekunder, yang bersifat toksik, disebut dengan
mikotoksin.
Pangan
tercemar oleh jamur selalu mengandung mikotoksin, sebab banyak faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan maupun pembentukan mikotoksin pada pangan. Namun demikian,
karena sangat banyaknya sepsis jamur yang bersifat toksigenik, cemaran jamur
pada pangan perlu mendapat perhatian serius.
Cemaran jamur pada pangan dan hasil
olahannya dapat terkontaminasi oleh konodia, spora, dan potongan miselia dari
lingkngan. Kontaminasi dapat terjadi pada berbagai tingkatan, baik selama
pertumbuhan, penyimpanan, tahapan, pengolahan, maupun pada produk akhir.
B.
Tujuan
1.
Mahasiswa dapat mengetahui cara
mengindentifikasi jamur pada bahan pangan.
2.
Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis
jamur yang ada pada pangan.
C.
Alat dan Bahan
1.
Alat
·
Mikroskop
·
Label
·
Pipet tetes
·
Obyek glass
·
Deck glass
·
Pinset
·
Wadah sampel
2.
Bahan
·
Aquadest
·
Alkohol
·
Kapas
·
Sampel yang sudah ditumbuhi jamur
D. Prosedur
Kerja
1.
Menyiapkan alat dan bahan yang akan
digunakan
2.
Kemudian membersihkan peralatan yang
akan digunakan
3.
Setelah itu membersihkan obyek glass dan
deck glass dengan alcohol dan mengelapnya dengan kapas hingga bersih.
4.
Kemudian mengambil jamur pada sampel
menggunakan pinset.
5.
Setelah itu meneteskan aquadest sebanyak
1-3 tetes pada obyek glass.
6.
Kemudian menutup media dengan deck glass
dan memberikan label pada preparat.
7.
Kemudian meletakkan preparat di
mikroskop lalu mengidentifikasi apakah terdapat jamur pada sampel atau tidak.
8.
Setelah itu mengamati jamur dan
mencocokkannya dengan gambar jamur.
E. Hasil
Sampel pangan yang digunakan pada
praktikum ini adalah kemiri, tomat dan bawang putih. Berdasarkan praktikum yang
telah dilakukan diperoleh hasil, yaitu :
1.
Kemiri = Jamur Phytium sp
2.
Tomat = Jamur Aspergillus parasiticus
3.
Bawang putih = Jamur Botrytis sp
F. Analisa
Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan bahwa pangan (sampel) mengandung beberapa jamur yang berbeda untuk
setiap sampel. Terdapatnya jamur pada pangan dikarenakan nutrisi yang
dibutuhkan jamur untuk tumbuh berada pada pangan tersebut. Selain itu suhu, pH,
dan oksigen sangat mempengaruhi pertumbuhan jamur.
1.
Phytium
sp
Phytium sp
hidup saprofit di tanah lembab, Saprofit yaitu merupakan jamur pelapuk dan
pengubah susunan zat organik yang mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari
organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar
jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk
mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehinggamudah diserap
oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik
dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.
2.
Aspergillus
parasiticus
Secara
makroskopis Aspergillus parasiticus
memiliki ciri-ciri yaitu bentuk dan pinggir koloni tidak beraturan, koloni
berwarna hijau dan permukaan yang rata. Secara mikroskopis memiliki hifa
berseptat, misellium bercabang, vesicle agak bulat dan konidia bulat dengan
warna hijau.
Aspergillus
parasiticus adalah jamur yang biasa di jumpai pada makanan, dimana Aspergillus
parasiticus menghasilkan aflatoksik yang berbahaya bagi tubuh yang dapat
menyebabkan kanker hati (Rusdi, 2013).
3.
Botrytis
sp
Phylum oomycota
dengan morfologi. Hifa tidak bersekat, bercabang – cabang mengandung banyak
inti, reproduksi vegetative dengan sporangium dan konida.
G. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum pangan oleh
jamur dapat disimpulkan bahwa jamur dapat tumbuh pada makanan / pangan jika
faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya memungkinkan dan kondisi pangan yang
dapat ditumbuhi.
Agar jamur tidak tumbuh di pangan
maka harus diperhatikan proses pembelian, penyimpanan, pengolahan, dan
penyajiannya. Karena jika pangan tercemar oleh jamur dan dikonsumsi oleh
manusia maka akan bersifat toksik bagi tubuh.



Komentar
Posting Komentar