PEMERIKSAAN E.coli


Mata kuliah       : PMM-A

Dosen                : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes

LAPORAN

PEMERIKSAAN E.coli





OLEH :

ANNISA DWI NIRMALA NIRWAN

PO 71.4.221.15.1.006

II. A

D.IV


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

PROGRAM STUDI D.IV

2017


A.    Dasar Teori

            Bakteri ialah makhluk hidup yang sangat kecil yang hidup dan dapat membahayakan kesehatan, yang tidak bisa dilihat oleh mata tanpa bantuan alat mikroskop/ alat pembesar. Ukuran tiap bakteri kurang lebih 1 inci yang didalamnya mengandung kurang lebih 25.000 bakteri. Bakteri merupakan makhluk hidup yang terdapat dimana-mana (udara, di tanah, dalam tubuh). Bakteri Escherichia coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif, berbentuk batang pendek (kokobasik) ditemukan oleh Theodor Escherich (tahun 1885).  Escherichia coli dapat bertahan hingga suhu 60°C selama 15 menit atau pada 55°C selama 60 menit. Hidup pada tinja dan menyebabkan masalah kesehatan pada manusia, seperti diare, muntaber serta masalah pencernaan lainnya.
            Bakteri tidak bisa berjalan, lari, terbang, loncat ataupun merayap. Mereka tidak punya kaki, sayap, tetapi bakteri bisa sampai kedalam makanan atau minuman, dengan cara:
a)      Melalui tangan- tangan kotor/ kuku yang kotor
b)      Rambut yang jatuh pada makanan
c)      Melalui udara saat batuk/bersin dengan tidak ditutup
d)     Memakai perabotan yang kotor/ tidak sanitair
e)      Tempat kerja yang kotor
f)       Dibawa oleh lalat, kecoa, tikus, dan binatang pengerat lainnya
g)      Melalui udara yaitu debu, dan udara kotor (bau). 
B.     Tujuan
      Mahasiswa dapat melakukan identifikasi E.coli pada sampel makanan dan minuman.

C.       Metode Pemeriksaan : Plate Count

D.      Alat dan Bahan
1.      Alat
·         Timbangan
·         Glass Erlenmeyer
·         Inkubator
·         Tabung Reaksi
·         Petridish
·         Lampu Spritus
·         Ose
·         Beacker Glass
·         Gelas ukur
·         Batang Pengaduk
·         Autoclave
·         Pipet ukur
·         Plastic klip

2.      Bahan
·         Sampel makanan dan minuman
·         Aquadest
·         Media Gula-gula
·         Media EMB
·         Media TSIA

E.     Prosedur Kerja
TES PERKIRAAN
·         Timbang 10 gr sampel makanan atau 10 ml sampel dalam bentuk cair
·         Makanan dalam bentuk padat diblender dengan air pepton 90 ml
·         Pepet 1 ml sampel. Kemudian masukkan dalam tabung lactose broth sebanyak 1 ml
·         Inkubasikan dalam incubator selama 1 x 24 jam dengan suhu 35˚C
·         Lakukan pengamatan bila positif warna keruh dan ada gas pada tabung durham

TES PENEGASAN
·         Dari setiap tabung lactose broth yang positif diambil 1-2 mata ose
·         Masukkan ke dalam tabung EC Medium, inkubasikan tabung tersebut selama 1 x 24 jam dengan suhu 45,5˚C
·         Koloni yang tersangka positif terdapay gas pada tabung EC Medium

TES LENGKAP
·         Amati pada tabung EC Medium, jika positif pindahkan pada media EMB Agar
·         Ambil 1-2 mata ose, lalu zig-zag di media agar.
·         Inkubasikan selama 18-24jam, dengan suhu 35˚C
·         Koloni tersangka datar, berwarna gelap dengan atau tanpa kilatan logam.

F.      Hasil
Berdasarkan prakrikum pemeriksaan E.coli yang telah dilakukan pada sampel makanan “Bakso Bakar” dan sampel minuman “Es Teler”. Diperoleh hasil yaitu :
No.
Pengamatan
Makanan
Minuman
1
Tes Perkiraan
+ E.coli
+ E.coli
2
Tes Penegasan
-          E.coli
+ E.coli
3
Tes Lengkap
-          E.coli
-          E.coli

G.    Analisa Hasil
      Berdasarkan hasil yang didapatkan dari praktikum pemeriksaan E.coli pada makanan dan minuman yaitu pada tes penegasan negative mengandung E.coli. Untuk sampel makanan yang diambil di jl. Banta-bantaeng dan sampel minuman di jl. Wijaya Kusuma. Hal tersebut dikarenakan bahan baku yang digunakan tidak terkontaminasi dengan bakteri. Penyimpanan bahan makanan pada lokasi pengambilan sampel menggunakan lemari kaca dan untuk wadah bahan lainnya menggunakan wadah yang tertutup.
H.    Kesimpulan
      Berdasarkan hasil dan analisa hasil dari praktikum pemeriksaan E.coli pada makanan dan minuman dapat disimpulkan bahwa sampel yang diperiksa aman atau layak dikonsumsi. Hal tersebut didasarkan pada PERMENKES RI NO.1096 Tahun 2011 Tentang Hygiene Sanitasi Jasaboga bahwa pada pangan tidak diperbolehkan terdapat E.coli.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PEMERIKSAAN LOGAM BERAT PADA MAKANAN

PENCEMARAN PANGAN OLEH JAMUR